Monday, 16 January 2012

Berubahlah untuk kebaikan...InsyaAllah






بسم الله الرحمن الرحيم

إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنفُسِهِمْ

Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. [ QS ar-Rad 13:11 ]



Perubahan dimulai dari diri sendiri. Jika perubahan itu baik maka seseorang akan baik, dan sebaliknya jika perubahan itu buruk maka dia akan buruk. Permulaan adalah dari dalam diri seseorang. Sememangnya memperbaiki diri ini bukan satu kerja yang senang apatah lagi terpaksa melalui jalan yang agak sukar sehingga sampai ke satu destinasi yang selamat yang dimimpi-mimpikan oleh semua jiwa yang suci. Jiwa kita adalah jiwa yang suci lagi murni jika teransang untuk mengubah diri dari segala kekotoran jiwa sebelum ini kepada jiwa yang putih laksana salju pada kedinginan musim sejuk. Jika seseorang dalam kesolehan maka kenikmatan akan berkekalan, kesihatan akan bertahan dan petunjuk Tuhan akan selalu menyertai.


Allah berfirman, "Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keredhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami." [ QS al-Ankabut 29:69 ]


Sebaliknya, barang siapa keadaan dirinya rosak akan mendapatkan murka, kenikmatan lenyap dan nestapa akan menimpa. Allah berfirman, "Maka tatkala mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memalingkan hati mereka." [ QS ash-Shaff 61:5 ]


Barangsiapa menginginkan pemeliharaan, perlindungan dan petunjuk Allah, hendaknya dia membuka hati untuk menerima kebenaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad s.a.w dengan sepenuh jiwa. Berjihad di jalan Allah dengan sebenar-benar jihad, batin harus bersih dan berpegang teguh pada ajaran agama. Hendaklah pula ia bersungguh-sungguh berhijrah kepada Allah dengan mengesakan~Nya, bersyukur kepada~Nya, berzikir kepada~Nya dan taat kepada~Nya.


Dengan demikian, barang siapa mendapatkan murka Allah kerana melanggar perintah~Nya, melalaikan wahyu~Nya, tidak bertakwa, menyeleweng dari kebenaran dan melanggar batasan-batasan Allah, maka beritahukan kepada mereka agar bersiap-siap untuk menerima siksa yang kekal, kesulitan yang segera datang, serta kesedihan dan kesengsaraan abadi. Semua itu adalah balasan bagi pengingkarannya terhadap kebenaran, penyelewengannya dari jalan yang lurus, serta kezaliman dan sikap permusuhannya. Meskipun demikian, Tuhanmu tidak menganiaya siapa pun.



Apakah seorang hamba mengira bahawa petunjuk Allah itu akan datang mengetuk pintu rumahnya dan mendatangi dirinya saat di pembaringan? Sekali-kali tidak. Petunjuk Allah itu harus dicari dalam kitab Allah, dalam sunah Nabi, dan di baris pertama solat berjemaah di rumah-rumah Allah. Petunjuk Allah datang ketika kita bersedia menanggalkan pakaian kusut kebatilan, menghindari keyakinan-keyakinan yang salah dan syahwat yang menghancurkan. Hidayah Allah harus dicari di medan dakwah dan jihad.


Barang dagangan Allah amatlah mahal. Tidak dijajakan para penjual di pasar, dan tidak pula ditawarkan oleh para pedagang di permis jualan. Barang dagangan itu sangatlah mahal dan berharga. Hanya boleh dimiliki oleh orang yang mencarinya dengan bersungguh-sungguh. Dia harus membayarnya dengan harga yang tinggi, dengan keringat, air mata, darah, bahkan nyawanya. Bila semua ini telah terpenuhi, dagangan Allah itu akan datang dengan mengenakan perhiasan paling bagus, pakaian termewah dan mahkota yang paling agung.



Seorang hamba harus memulai perjalanan mencari keselamatan dan kebenaran agar tidak disapu oleh taufan kemurkaan yang menenggelamkan syaitan-syaitan terlaknat.

Wallahuallam...

No comments:

Post a Comment