Thursday, 8 March 2012
Muhasabah Diri...
Entah mengapa
ketika aku melihat indahnya alam
hatiku menangis
airmata maknawi mengalir dalam dadaku
pilu sayu terharu
hatiku berkata
Tuhan Tidak Kau jadikan sesuatu dengan sia-sia
Aku ini hanyalah hambaMu
yang banyak dosa
Layakkah aku menikmati keindahanMu ini
sedangkan hatiku buta dalam mengenaliMu..
Ohh.....sesungguhnya aku sentiasa menzalimi diriku sendiri
ajarkanlah aku bertaubat ya Tuhan
didiklah aku yang selalu tersasar ini
tanpa pimpinanMu
tiada makna lagi hidup ini
bagai dedaun kering
yang terbang dibawa angin lalu
tiada arah dan tujuan lagi
Kasih dan Sayangnya Kekasih Allah
Di sudut pasar Madinah Al-Munawarah seorang pengemis Yahudi buta hari demi hari apabila ada orang yang mendekatinya ia selalu berkata "Wahai saudaraku jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya kalian akan dipengaruhinya". Setiap pagi Rasulullah s.a.w. mendatanginya dengan membawa makanan, dan tanpa berkata sepatah kata pun Rasulullah s.a.w. menyuap makanan yang dibawanya kepada pengemis itu walaupun pengemis itu selalu berpesan agar tidak mendekati orang yang bernama Muhammad. Rasulullah s.a.w melakukannya hingga menjelang Nabi Muhammad s.a.w. wafat. Setelah kewafatan Rasulullah s.a.w. tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu.
Suatu hari Abubakar r.a berkunjung ke rumah anaknya Aisyah r.ha. Beliau bertanya kepada anaknya, "Anakku adakah sunnah kekasihku yang belum aku kerjakan", Aisyah r.ha menjawab pertanyaan ayahnya, "Wahai ayah engkau adalah seorang ahli sunnah hampir tidak ada satu sunnah pun yang belum ayah lakukan kecuali satu sunnah saja". "Apakah itu?", tanya Abubakar r.a. Setiap pagi Rasulullah s.a.w. selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang berada di sana", kata Aisyah r.ha.
Ke esokan harinya Abubakar r.a. pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikannya kepada pengemis itu. Abubakar r.a mendatangi pengemis itu dan memberikan makanan itu kepada nya. Ketika Abubakar r.a. mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil berteriak, "Siapakah kamu ?". Abubakar r.a menjawab, "Aku orang yang biasa". "Bukan !, engkau bukan orang yang biasa mendatangiku", jawab si pengemis buta itu. Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut dengan mulutnya setelah itu ia berikan pada ku dengan mulutnya sendiri", pengemis itu melanjutkan perkataannya.
Abubakar r.a. tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, aku memang bukan orang yang biasa datang pada mu, aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah s.a.w. Setelah pengemis itu mendengar cerita Abubakar r.a. ia pun menangis dan kemudian berkata, benarkah demikian?, selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia.... Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat dihadapan Abubakar r.a.
Peristiwa ini menunjukkan betapa murninya hati Rasulullah taktala di beri cacian dan hinaan tp ianya dsmbut dgn kelembutn hati dan kesabaran..racun diberi tp madu yg dibalas..dakwah perlukn kesabaran.."sesungguhnya pada diri Rasulullah itu adalah contoh dan tauladan yang baik"...Allahumma Solli 'Ala Muhammad..
Hijrah Hati
Duhai hati.
Apa yang kau cari.
Isimu banyak terluka.
Kisahmu penuh sengketa.
Cukuplah dengan dusta.
Tidak perlu kau menadah.
Untuk jiwa yang tak pernah kisah.
Untuk arjuna yang hanya singgah.
Lupakan dia.
Janjimu jangan kau lupa.
Untuk dia yang tak diketahui siapa.
Duhai hati.
Relakan dirimu dengan takdirNYA.
Tadbirkan hidupmu dengan jalanNYA.
Ikhlaskan jiwamu dengan dugaanNYA.
Yakinlah pasti kau temui bahagia.
Yang hilangkan semua air mata.
Yang leraikan semua kecewa.
Kepada ALLAH hati dituju.
RahmatNYA masih jauh untuk bertemu.
Tapi berusahalah dekatkanNYA denganmu.
Terlalu jauh langkah ini berlalu.
Tapi ketenangan masih dirindu.
Dosa tetap berlingkar padu.
Oh hinanya sendu.
Sendu yang bukan selayaknya perlu!
Subscribe to:
Comments (Atom)
